Tampilkan postingan dengan label My Choise. Tampilkan semua postingan
Banyak Pikiran
By : Fauziah Cahyani
Akhir-akhir ini gue banyak pikiran. Mikirin gimana masa depan gue, mikirin apa yang lagi gue lakuin sekarang, kenapa gue ngelakuin ini, kenapa gue gak ngelakuin itu, kenapa dulu kayaknya gak seberat sekarang. Banyak pokoknya.
Dulu, gue ngerasa kayak lebih bebas aja dibanding sekarang. Berhubung weekend, gue lebih banyak ngabisin waktu buat buka media sosial. Lebih sering ke Instagram pribadi sih. Gue scroll, dan gue sadar kalo dulu gue suka banget motoin apa aja dan nge-post apa aja. Segala fan buat alas laptop aja gue posting.
Tapi sekarang, gue gak sebebas itu. Entah. Kalo mau alasan karena gak ada waktu kayaknya bohong banget. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nge-post foto di Instagram? Tapi pas gue liat gallery di ponsel, ternyata emang gak ada jepretan foto baru. Engga tau tuh ponsel gue isinya apaan.
Berarti gak punya waktu buah moto sesuatu? Engga juga sih kayaknya.
Gak ada yang salah sama keadaan. Ga ada yang salah sama orang-orang di sekeliling gue. Kalopun gue berubah, ya itu karena gue sendiri. Kenapa gue ngijinin diri gue buat berubah.
Lho kok jadi gak nyambung....
Ya maklum aja, kan gue bilang lagi banyak pikiran. Gue cuma lagi berusaha ngembaliin kebiasaan gue yang suka curhat di blog. Kayaknya gara-gara udah lama gak nge-blog, pikiran gue ruwet banget. Mau curhat aja sampe gak runut gini. Overlap.
Tapi setelah gue pikir-pikir kayaknya ini karena bentar lagi gue mau dapet deh. Perasaannya gak tenang haha. Case closed!
Eh tunggu! Tapi gue serius kalo mau sering-sering curhat di blog (lagi). Kemaren pas buka-buka folder di laptop gue nemuin foto ini soalnya.
Dulu, gue ngerasa kayak lebih bebas aja dibanding sekarang. Berhubung weekend, gue lebih banyak ngabisin waktu buat buka media sosial. Lebih sering ke Instagram pribadi sih. Gue scroll, dan gue sadar kalo dulu gue suka banget motoin apa aja dan nge-post apa aja. Segala fan buat alas laptop aja gue posting.
Tapi sekarang, gue gak sebebas itu. Entah. Kalo mau alasan karena gak ada waktu kayaknya bohong banget. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nge-post foto di Instagram? Tapi pas gue liat gallery di ponsel, ternyata emang gak ada jepretan foto baru. Engga tau tuh ponsel gue isinya apaan.
Berarti gak punya waktu buah moto sesuatu? Engga juga sih kayaknya.
Gak ada yang salah sama keadaan. Ga ada yang salah sama orang-orang di sekeliling gue. Kalopun gue berubah, ya itu karena gue sendiri. Kenapa gue ngijinin diri gue buat berubah.
Lho kok jadi gak nyambung....
Ya maklum aja, kan gue bilang lagi banyak pikiran. Gue cuma lagi berusaha ngembaliin kebiasaan gue yang suka curhat di blog. Kayaknya gara-gara udah lama gak nge-blog, pikiran gue ruwet banget. Mau curhat aja sampe gak runut gini. Overlap.
Tapi setelah gue pikir-pikir kayaknya ini karena bentar lagi gue mau dapet deh. Perasaannya gak tenang haha. Case closed!
Eh tunggu! Tapi gue serius kalo mau sering-sering curhat di blog (lagi). Kemaren pas buka-buka folder di laptop gue nemuin foto ini soalnya.
Where are you?
By : Fauziah Cahyani
Hai.. (kepada entah)
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Jadi, apa kesimpulan dari keluhan kali ini? Tidak ada. Haruskah ada? Aku hanya perlu tempat..
Sorry, Nov! Hi, Dec! How's Interenship?
By : Fauziah Cahyani![]() |
| Tamago-Ji LOL |
Demi G-Dragon
yang rambutnya mirip sushi egg! Selama November, gue ga update blog sama
sekali. Ya Tuhan…. Gue kotor (?)
Yes, gue benci. Gue
udah ngelanggar komitmen gue sendiri, yang katanya harus update blog minimal
dua postingan per bulan. Terserah deh mau postingan curhat, ngeluh, hasil
liputan atau apa yang penting ada postingan -__- Sebenernya bukan karena
masalah gak punya waktu. Malah gue punya banyak waktu luang. Cuma si MALES ini
loh betah amat nempel di gue /nyari kambing belang/ /kambing hitam udah
mainstream soalnya/ tuh kan gue jadi garing banget..
Sebenernya,
malesnya itu gak penting banget. Yaitu males log out gmail dan harus log in
blogspot. Gue paling males kalo log in - log out - log in - log out akun. Malesin
banget mesti ngetik email/user name sama password-nya. Males deh pokoknya..
..
..
..
Sebenernya banyak
yang mau gue certain. Saking banyaknya dan ditumpuk di pikiran terus jadi
bingung mau mulai dari mana. Jadi male mini gue mutusin buat update. Sebelum gue
amnesia..
..
..
..
Ada hening yang
panjang..
..
..
..
Di postingan
kali ini gue mau cerita sekelumit rutinitas yang baru-baru ini gue jalanin. Sebenernya
gak baru-baru amat sih. Dua bulan. Yap! Tepat dua bulan di tanggal 3 November
ini. Yaitu M.A.G.A.N.G!
Per tanggal 3
September2013 gue resmi jadi anak magang di salah satu situs portal berita
online di Indonesia. Perlu gue sebut gak? Enggak usah? Yaudah!
Gue magang di
sana sama temen gue, Anggi namanya. Tapi kita gak selalu bareng-bareng soalnya
dapet mentor dan rubrik yang beda. Dia di rubrik Humairah dan gue di rubrik Suka-suka.
Iya, gue fleksibel banget, mau nulis apa aja juga boleh. Mulai dari kuliner,
tips, teknologi, sains, kesehatan, sampe berita perang juga gue pernah tulis.
Eh tapi jangan mikir itu semua hasil liputan lapangan langsung ya -__- karena
kerjaan gue sebenernya lebih banyak nerjemahin berita-berita bahasa Inggris.
Kalo liputan
lapangannya sih gue jarang. Masih keitung pake jari. Alasannya? Karena gue
masih suka bingung mau liputan kemana -__- /payah/
Selama dua bulan
magang ini banyak banget suka dukanya. Serius.
Sukanya, kalo
liputan ke acara-acara gitu gue jadi tau tempat-tempat baru , rute angkutan
baru, orang-orang baru, dan seneng kalo dapet goodie bag << maklum wartawan baru, baru magang -__-
Dan makan gratis
hahaha apalagi kalo acaranya itu di hotel. Hmm waktu pernah liputan kuliner di
Monas, dan dikasih sampel makanan sama salah satu stand. Tapi menurut gue itu
bukan sampel, soalnya satu porsi gitu :p
Nah kalo dukanya,
duit gue ludes TT__TT karena gue ada kendaraan pribadi, jadi mau gak mau ya
harus naik angkutan umum. Mulai dari kereta, bus, metromini, angkot, dan ojek.
Selain masalah
dana, dukanya adalah berita/artikel terjemahan ang udah gue bikin ga dimuat. Sedih
tau. Udah cape-cape ke lapangan tapi beritanya ga dimuat. Gue sih ngerti
mungkin mentor gue sibuk. Dan hell-o gue masih magang, jangan ngarep banget
keleeuuuss xD Lagi pula dari awal, mentor gue udah bilang kok kalo gak semua
berita yang gue terjemahin itu dimuat :D Dan kalo artikel gue gak dimuat, gue
bakal posting di dejourna.blogspot.com hihi biar ga mubadzir dan sia-sia usaha
gue.
Gue juga pernah
nangis karena saking tertekannya. Woelah..
Haha jadi waktu
itu gue gagal liputan. Gue udah ke TKP tapi ga dapet berita. Alhasil gue ditegur.
Kondisinya waktu itu gue sampe kosan jam 9-an malem dan mentor gue bilang kalo
hari ini gak mau hangus, gue harus nerjemahin tiga artikel. Bayangin gue cuma
punya waktu tiga jam dan harus nerjemahin tiga artikel. Kalo kalian pikir
nerjemahin itu gampang dan tiga jam itu cukup, kalian salah. Biasanya gue
nerjemahin satu artikel (2-3 halaman) itu sampe 2 jam. Tapi lain kasus kalo gue
gape Inggris, mungkin 15 menit juga kelar xD
Nah gara-gara
itu tuh gue nangis. Tapi mungkin efek PMS juga sih. Kebetulan waktu itu hari
pertama gue ‘dapet’ jadi mungkin terlalu terbawa perasaan. Sekarang kalo
nginget-nginget kejadian malem itu, gue geli sendiri. “Hih! Lebay banget lo,
Zi!” pikir gue.
Dan kalian tau
gue bisa nerjemahin berapa artikel? 5! Beberapa menit sebelum jam 12 malam gue
kirim tuh email-nya ahaha. Dan besoknya gue harus ke kantor. Mentor gue pengen
ngomong langsung sama gue katanya. Alhamdulillah sih gue gak dimarahin pas
sampe ketemu beliau di kantor. Gue malah dinasehatin, disemangatin hehe.
Dan baru-baru ini
tuh ada kejadian lucu pas gue liputan. Tepatnya hari Kamis kemaren. Gue kan
liputan di Museum Nasional, ada jumpa pers gitu /asik kan/
Pas acara udah
kelar, gue dikasih press-realese sama
pihak yang bikin itu acara. Rilisnya itu ditaruh di map. Karena mereka
ngasihnya pas acara udah kelar, jadi gak gue buka itu map. Ya gue pikir buat
apa? toh acara juga udah kelar. Paling nanti gue baca di kosan buat bahan nulis
berita.
Nah! Pas sampe
stasiun, gue bosen nunggu kereta gak dateng-dateng, jadi gue buka tuh mapnya. Iseng-iseng
mau baca rilisnya. And you know what?! Gue nemuin amplop di balik lembaran
rilis itu. Hahaha asli gue deg-degan waktu itu. Kereta keburu dateng sebelum
gue sempet buka amplopnya. Tengsin juga sih, banyak orang soalnya.
Untungnya pas di
dalem kereta, sepi. Jadi gue buka deh itu amplop dengan sedikit gemetar di
tangan gue. Lebay ya? Ah kalian gak ngerasain sih haha..
Dan isinya itu
empat lembar 50.000an. Bagi gue itu lumayan xD
Berhubung gue
punya penanggung jawab alias mentor gue, ya gue bilang aja sama beliau kalo gue
dapet amplop lewat LINE. Dan balasannya mengejutkan! Gue suruh balikin itu
amplop. Huft belum rejeki gue /ehhh/
Besokannya, gue
kantor buat ngasih itu amplop dan biar mereka yang balikin hehe..
..
..
..
Ya begitu deh
kerjaan gue selama magang. Berjam-jam di depan laptop buat nerjemahin artikel,
atau seharian di luar buat selembar berita.
Masih ada satu
bulan tersisa. Gue akuin semakin kesini gue semakin males. Tapi buat satu bulan
terakhir ini, gue mau males-malesan lagi. Aamiin..
Harusnya gue
sambil nyusun laporan magang nih. Tapi gak tau harus mulai dari mana. Mungkin mulai
dari buka buku panduan. Iya, buku panduannya gak pernah gue baca -__-
Anyway,
temen-temen gue yang lain udah pada kelar loh magangnya dan udah mulai nyusun
laporan. Enaknyaaa.. mereka magangnya ada yang satu bulan, dua bulan. Huhu
semangat deh buat Gue, Anggi, sama Jessi yang magangnya masih satu bulan lagi! *\^_^/*
Kalo mau baca
artikel terjemahan/berita gue bisa dilihat disini:
..
..
..
Ngomong-ngomong, gue digaji
gak ya?
Ngenes Itu...
By : Fauziah Cahyani
Ngenes
adalah diantara sekian banyak teman sebayamu, tapi tidak ada yang mempuyai hobi
yang sama denganmu..
Ngenes itu ya
gue.. Gue mungkin orangnya terlalu anti-mainstream. Sebenernya mainstream atau
tidaknya seseorang itu bukan hanya tergantung pada "jumlah" tapi
"tempat". Contohnya fenomena kpop. Kalo diliat secara luas, mungkin
pecinta kpop itu dibilang mainstream. Tapi kalo lingkungan diperkecil, ambil
lah contoh di jurusan Ilkom Unisma, yang suka kpop itu dikiiiit banget. Itu
artinya yg sedikit itu anti-mainstream kan? Iyalah, kan yg dominan itu yg gak
suka kpop.. Atauuu sebenernya mereka itu suka, tapi gengsi :p siapa yang tau
kan?
Okeh, ini udah
ngelantur.. Balik lagi ke topik ngenes tadi..
Iya, jadi gue
ini kan suka kpop, tapi temen-temen gue nggak pada suka/biasa aja. Gue jadi
nggak punya temen buat berbagi keseruan tentang kpop ini. Alhasil gue nuangin
semua hal itu di postingan-postingan blog atau twitter.. Ngenes kan.. Tapi
se-enggak-nya kalo di twitter, gue punya beberapa kenalan yang suka kpop juga..
Jadi nggak ngenes-ngenes amat lah yaa..
Yang lebih
ngenes sih kalo ada event-event berbau kpop gitu. Pasalnya gue nggak punya
temen buat dateng ke acara itu. Pernah waktu itu gue ke acara cover dance competition. Gue ke sana
sendirian, terus ketemu temen lama. Dia nanya "sama siapa ke sini?",
gue jawab "sendiri...", dia pun langsung ngerespon "ebuset
dateng ke acara begini sendirian..". Dan sumpah itu #jleb banget TT^TT
Untungnya sih
sampe saat ini gue belum pernah nonton konser kpop sendirian..
Kalo
sama temen, udah?
Belum juga.. Gue
belum pernah nonton konser apapun -______-
Walaupun gue
suka kpop, tapi gue bukan tipe orang yang maksain kehendak, misalnya dengan
ngejual atau ngegadein barang-barang yang gue punya demi selembar tiket
konser.. Kalo nggak bisa nonton ya berarti belum jodoh :"> tapi gue
tetep ada usahanya, misalnya ikutan kuis gitu .__.
Dan hal ini tuh
ngebuat gue bingung. Pasti ada sesuatu yang salah. Kalo nggak temen-temen gue
ya pasti gue.
Gue pun jadi kangen sama temen-temen yang punya hobi yang sama kayak gue. Gue kangen Anis, sahabat gue dari kecil, yang sepertinya sehati sama gue. Apapun yang dia suka, pasti gue juga suka. Begitu juga sebaliknya. Apa yang gue suka, dia pasti juga suka. Gue inget banget dia itu suka banget sama Detective Conan. Dia punya banyak komiknya. Dan gue pun juga suka. Gue sama dia juga suka banget sama Harry Potter. Gue juga masih inget saat dia bawaain novel Harry Potter yang keempat (Harry Potter and the Prisoner of Azkaban) ke rumah gue. Novel itu dapet dia pinjem di perpustakaan kota. Dia kerumah gue naik sepeda. Karena harus cepet dibalikin, gue pun selesai baca novel itu sekitar 5 hari..
Gue juga pernah nonton Harry Potter and the Order of Phoenix di rumahnya. Dan itu ada adegan di mana Harry kissing sama Cho. Dan gue nggak liat itu. Hahahah
Selain itu kita juga sama-sama suka nonton drama Korea.. Kalo udah ngebahas itu seru banget..
Trus gue juga kangen Evri. Dia orang yang punya hobi sama gue. Suka Korea. Sejak masuk SMK, aku nggak satu sekolah lagi sama Anis..
Ohya, Evri juga suka Harry Potter. Kalo di kelas, kita seru ngobrol Harry Potter sama orea aja..
Gue kangen mereka so bad :( Sekarang nggak ada yang bisa gue ajak sharing lagi. Kecuali Jessi yang sama-sama suka Harry Potter..
Dan itu adalah alasan kenapa gue aktif banget di socmed Twitter. Gue cuma butuh orang-orang yang bisa diajak sharing. Kalo temen-temen kampus gue bilang, gue itu cerewet di Twitter, ya emang bener. Tapi mereka salah kalo bilang apa-apa yang terjadi di sekitar gue pasti gue twit. Nyatanya nggak selalu seperti itu kok. Malah sekarang mereka (temen-temen kampus gue) yang kalo ada apa-apa pasti di twit. Yah gue sih nggak masalah. Toh itu emang fungsinya media sosial kok :)
Sejak awal gue main Twitter, akun itu cuma buat ikut seru-seruan sama Potterhead aja. Ikut sekolah virtual, belajar ala ala Hogwarts, ikutan kuis, dan nambah temen yang sama-sama Potterhead. Just it..
Dan gue pun kenal Okta, Sonya, Suryo, Odilia. Walaupun sebenernya mereka lebih muda dari gue -___-
Sama halnya dengan Harry Potter, gue juga manfaatin Twitter buat nambah temen Kpopers :D Gue kenal Bivi, dan member Kfams lainnya :)
Bisa dibilang, Twitter ini pelarian gue yak? Hahaha.. Pelengkap deh lebih tepatnya. Di Twitter gue bisa ngedapetin apa yang nggak gue dapet di dunia nyata. Gue sih pengen banget ketemu mereka di dunia nyata.. :D
Gue pun jadi kangen sama temen-temen yang punya hobi yang sama kayak gue. Gue kangen Anis, sahabat gue dari kecil, yang sepertinya sehati sama gue. Apapun yang dia suka, pasti gue juga suka. Begitu juga sebaliknya. Apa yang gue suka, dia pasti juga suka. Gue inget banget dia itu suka banget sama Detective Conan. Dia punya banyak komiknya. Dan gue pun juga suka. Gue sama dia juga suka banget sama Harry Potter. Gue juga masih inget saat dia bawaain novel Harry Potter yang keempat (Harry Potter and the Prisoner of Azkaban) ke rumah gue. Novel itu dapet dia pinjem di perpustakaan kota. Dia kerumah gue naik sepeda. Karena harus cepet dibalikin, gue pun selesai baca novel itu sekitar 5 hari..
Gue juga pernah nonton Harry Potter and the Order of Phoenix di rumahnya. Dan itu ada adegan di mana Harry kissing sama Cho. Dan gue nggak liat itu. Hahahah
Selain itu kita juga sama-sama suka nonton drama Korea.. Kalo udah ngebahas itu seru banget..
Trus gue juga kangen Evri. Dia orang yang punya hobi sama gue. Suka Korea. Sejak masuk SMK, aku nggak satu sekolah lagi sama Anis..
Ohya, Evri juga suka Harry Potter. Kalo di kelas, kita seru ngobrol Harry Potter sama orea aja..
Gue kangen mereka so bad :( Sekarang nggak ada yang bisa gue ajak sharing lagi. Kecuali Jessi yang sama-sama suka Harry Potter..
Dan itu adalah alasan kenapa gue aktif banget di socmed Twitter. Gue cuma butuh orang-orang yang bisa diajak sharing. Kalo temen-temen kampus gue bilang, gue itu cerewet di Twitter, ya emang bener. Tapi mereka salah kalo bilang apa-apa yang terjadi di sekitar gue pasti gue twit. Nyatanya nggak selalu seperti itu kok. Malah sekarang mereka (temen-temen kampus gue) yang kalo ada apa-apa pasti di twit. Yah gue sih nggak masalah. Toh itu emang fungsinya media sosial kok :)
Sejak awal gue main Twitter, akun itu cuma buat ikut seru-seruan sama Potterhead aja. Ikut sekolah virtual, belajar ala ala Hogwarts, ikutan kuis, dan nambah temen yang sama-sama Potterhead. Just it..
Dan gue pun kenal Okta, Sonya, Suryo, Odilia. Walaupun sebenernya mereka lebih muda dari gue -___-
Sama halnya dengan Harry Potter, gue juga manfaatin Twitter buat nambah temen Kpopers :D Gue kenal Bivi, dan member Kfams lainnya :)
Bisa dibilang, Twitter ini pelarian gue yak? Hahaha.. Pelengkap deh lebih tepatnya. Di Twitter gue bisa ngedapetin apa yang nggak gue dapet di dunia nyata. Gue sih pengen banget ketemu mereka di dunia nyata.. :D
Masa Transisi: 5-6
By : Fauziah Cahyani
Hari ini (4/3) kegiatan perkuliahan di Unisma dimulai lagi.. Nggak berasa ya, liburan sebentar banget kayaknya. Emang cuma sebentar sih, aku liburan cuma seminggu sebelum perkuliahan dimulai..
Libur semester ganjil itu seharusnya satu bulan, tapi tingga minggunya masih ribet UAS dan Mapres..
Jadi, setelah
selaesai UAS beberapa minggu yang lalu, beberapa puluh mahasiswa dari berbagai
jurusan yang ada di Unisma ikutan lomba Mahasiswa Berprestasi (Mapres).
Buat gue
sendiri, ini adalah kali pertamanya ikutan mapres. Tahun kemaren masih aman, belum
boleh ikutan soalnya masih semester 4. Sedangkan persyaratan ikut Mapres itu
minimal semester 5. Nah, karena tahun ini gue udah semester 6, jadi mau nggak
mau harus ikutan.
Mau nggak
mau? Berarti terpaksa ya?
Ya…. Agak sih…
Emang
nggak bisa nolak?
Nggak bisa. Kali
ini wajib. Kewajiban gue sebagai mahasiswa beasiswa.. Udah, udah.. Yang ini
jangan diterusin lagi, agak males ngomongin hak dan kewajiban -___-v
Gue kan mau
cerita pengalaman gue ikutan Mapres kemaren..
Jadi gini
ceritanya, awalnya gue males-malesan ikut lomba ini. Pasalnya, pasca UAS
kemaren, gue diminta pulang ke Tangerang. Urgent.
Dan yaa gue males balik lagi ke Bekasi buat ngurus mapres.
Senin,
11 Februari 2013
Sore hari gue
dapet SMS dari dosen pembimbing Mapres..
Deg! Iya, gue
panik tuh dapet SMS begitu -___-
Akhirnya gue
bales SMS beliau setelah mikir dan nyari wangsit buat kata-kata yang pas..
Beliau bales
lagi..
Gue pun bales
lagi..
Tapi beliau nggak
bales lagi -__-
Karena menurut
gue obrolan singkat melalui SMS ini terkesan menggantung, gue pun akhirnya menyimpulkan
sendiri maksud beliau nggak bales SMS gue lagi..
Beliau mengijinkan gue gak ikutan Mapres. Ya,
begitulah yang gue simpulin..
Gue pun
santai-santai nonton drama Korea di kontrakan..
Keesokan
harinya… Selasa, 12 Februari 2013
Waktunya
bimbingan KRS setelah kemaren ngambil IP. Gue dateng agak siang sekitar pukul
11.00. tapi sekitar pukul 1 siang gue sama Jessi baru KRS-an. Soalnya
Pembimbing Akademik gue lagi apaaa gitu ya waktu gue dateng..
Nah ini nih..
Dospem Mapres gue “mungkin” ngijinin gue gak ikutan Mapres, tapi apakah ibu
ketua jurusan (kajur) juga ngijinin?? JENK JENK!!!
Tentu aja nggak.
Gue speechless waktu ngadep beliau. Tadinya mau bilang “Ibu, saya nggak ikut Mapres..”.
Batal. Gue pun seperti disihir dan akhirnya ikutan Mapres juga..
Mau bikin karya
tulis apaan juga gue belum kepikiran dan waktunya emang udah bener-bener mepet.
Deadline pengumpulan karya tulis itu tanggal 15 Februari cuy.. Yakali gue
ngerjain karya tulis cuma 3 hari? Terus kapan bimbingannya?
Hari demi hari
dilewati.. Ini bukan kali pertamanya kok gue berhadapan sama deadline. Hampir
seluruh waktu kuliah gue berhadapan dengan yang namanya deadline -__-
Semakin
mendekati deadline, semakin males-malesan ngerjain karya tulis. Dan angin segar
pun datang..
Ibu kajur bilang
kalo berkas-berkas formulirnya dulu aja yang dikumpulin tangal 15. Masalah
karya tulis, kalo belum selesai bisa dikumpulin H-1 presentasi karya ilmiah..
Oke, ini
bener-bener angin segar. Dan bukannya gue bisa lebih “bener” ngerjain karya
tulisnya, gue malah ngerjain hal-hal lain, download
video di Youtube misalnya. Sesungguhnya waktu luang itu musuh paling jahat
bagi para deadliners.. -___-
Kalian tau kapan tepatnya gue ngerjain itu karya tulis?
Minggu (17/02) sekitar jam 9 atau 10 malem gue baru bener-bener ngerjain itu
karya tulis. Karena sampe pagi buta belum kelar dan gue udah capek plus
ngantuk, gue pun tidur. Pagi-pagi gue harus bangun lagi karena harus ke Bekasi.
Ya, saat itu gue lagi di Tangerang.
Senin, 18 Februari 2013
Senin, 18 Februari 2013
Begitu sampe
kampus gue langsung lanjut ngerjain karya tulis gue. Ini bener-bener deadline. Dan sekitar jam 1 karya tulis
gue kelar..
Ohya, serangkaian
tes buat mapres pun dimulai hari ini. Hari pertama adalah tes kepribadian yang
dimulai pukul 2 siang..
Disuruh ngapain?
Gambar pohon sama orang. Kalo yang kayak gini udah pernah sih waktu tes beasiswa 3 tahun yang lalu. Dan seinget gue gambarnya sama aja kayak 3 tahun yang lalu -___- Ah gue tuh nggak bisa gambar. Gambar orangnya malah ke-manga-manga-an gitu -___- Iya, waktu kecil kan gue suka nonton kartun sama baca komik Jepang. Dan cuma itu yang bisa gue gambar. Ah, jadi pengen baca komik lagi nih. Tapi komik-komik gue ditinggal semua di Indramayu..
Selain gambar,
di tes kepribadian juga ada soalnya juga. Bukan soal juga sih. Lebih ke pilihan
gitu. Jadi di setiap soal ada dua pernyataan yang harus kita pilih salah satu
yang sekiranya itu adalah kepribadian kita. Dan itu ada 90 soal. Mabok..
Masalahnya penyataannya itu mirip-mirip -__-
Nah bagian yang
paling gue nggak suka di tes kepribadian itu suruh nulis kelebihan dan
kekurangan diri sendiri. Gue kan bingung mau nulis apaan, apalagi bagian
kelebihan -___-
Oke, tes
kepribadian pun berakhir dan gue harus cepet-cepet ke sekretariat buat ngurus
karya tulis gue. And you know what?
Karya tulis guue langsung ditandatangan dospem tanpa bimbingan. What the…..
Yoweslah biarin.
Gue juga males kalo mesti revisi-revisi..
Sumpah. Ini
bener-bener lega..
Selasa,
19 Februari 2013
Hari kedua, tes
bahasa Inggris.
Ngapain?
Ngerjain soal (reading & listening) sama
wawancara..
Lagi-lagi ini
bukan kali pertamanya gue wawancara pake bahasa Inggris. Tes beasiswa juga
wawancaranya bahasa Inggris..
Ngerjain soal
sih gak terlalu susah walaupun ada beberapa soal yang gue nggak yakin sama
jawabannya..
Nah kalo
wawancara ini gue agak khawatir. Soalnya udah lumayan lama nggak cuap-cuap pake
bahasa Inggris. Malah banyak ter-influence
sama bahasa Korea -__- Agak takut juga kalo-kalo keceplosan ngomong Korea waktu
wawancara. Tapi untungnya Alhamdulillah lah yaa.. hahhaa
Rabu, 20 Februari 2013
Hari ketiga
sekaligus hari terakhir. Presentasi karya ilmiah dan wawancara ko dan
ekstrakulikuler..
Nah ini nih yang
bikin nervous setengah mati.. Untungnya presentasi cuma di depan tiga orang
penguji. Sebelumnya gue pikir presentasi bakal dilakuin di depan forum, di
depan semua peserta lomba.. Sumpah gue nggak siap kalo beneran gitu -___-
Masalahnya sejak masuk konsentrasi Jurnalistik, gue nggak pernah presentasi
lagi..
Pas di dalem
ruangan sih nervous-nya mulai ilang. Mungkin faktor penguji nggak terlalu
merhatiin gue presentasi. Ya, mereka lebih fokus sama karya tulis gue yang ada
di tangan mereka. Mereka cuma sesekali ngelirik slide gue..
Sekitar 15 menit
lah presentasinya dengan kritik sana-sini..
Lanjut wawancara
ko dan ekstrakulikuler sama orang DIPAMA..
Ko dan ekstrakulikuler itu apa?
Ya semacam
kegitan kita di kampus dan di luar kampus selain kuliah gitu deh..
Kalo bagian ini
gue payah banget. Secara gue nggak begitu suka berorganisasi. Di kampus cuma
ikutan Lembaga Dakwah Kampus sama himpunan di jurusan.. Di luar kampus?
Boro-boro -___-
Ohya, gue juga
ditanyain motivasi ikutan mapres ini..
“Saya hanya
menggugurkan kewajiban saya, Pak.”, jawab gue dalam hati..
Ya nggak mungkin
kan gue jawab gitu -___-
Jadinya gue
jawab aja gini “Selain tuntutan sebagai mahasiswa beasiswa, saya juga ingin
mengikuti lomba karya tulis, Pak. Sebelumnya kan saya sudah pernah ikut PKM dan
saya ingin menulis karya ilmiah lagi.”
Ini boomerang.
Si bapak malah nanggepin gini “Kalau gitu PKM nanti kamu ikut lagi ya?”
MATILAH GUEEE….
KENAPA GUE JAWAB GITUUUUU??
*glek* *nelen
ludah* *pasang ekspresi seseneng mungkin* dan ucapkan “InsyaAllah, Pak……”
Dan akhirnya
selesai juga rangakaian tes buat mapres ini.. Alhamdu? Lillah~
Gue sih dari
awal nggak ngarep menang. Ini udah selesai aja bersyukur banget.. Bener-bener nggak
ada motivasinya. Hahaha -___-v
Oke deh selamat kembali ke bangku perkuliahan. Semangat!
Oke deh selamat kembali ke bangku perkuliahan. Semangat!
I Love Dorama, But..
By : Fauziah CahyaniKalo dibilang aku tergila-gila sama Drama Korea, ya emang ga salah. Tapi ga semua drama Korea aku suka sih. Aku cuma suka dengan genre-genre tertentu kayak komedi – romance. Dan gak begitu suka sama yang melodrama. Aku lebih seneng nonton sesuatu yang bikin nangis karena kekocakan dan kekonyolan cerita dan akting si artis ketimbang nangis karena ceritanya sedih. Dan biasanya di setiap drama yang aku tonton ada cerita sedihnya, sekali pun di drama dengan genre komedi, tapi ya porsinya lebih sedikit.
Ah,
selain genre, aku juga agak pilih-pilih soal setting atau latar cerita. Aku
agak kurang suka sama drama yang latarnya di perusahaan. Perusahaan di sini
artinya yang isinya pegawai kantoran yang bergelut dengan komputer dan tumpukan
berkas-berkas. Gak suka aja ngeliatnya. Tapi kalo perusahaan entertainment aku
suka. Soalnya orang-orang seni itu enak diliat dan aku kayak ngerasa ngeliat
mereka (artis) lagi di kehidupan nyatanya, bukan lagi main drama. Yang jadi
favorit sih itu sama latar kampus atau sekolah.
Ohya,
banyak juga drama Korea yang latarnya kerajaan jaman dulu. Itu juga aku kurang
suka. Satu-satunya drama Korea yang aku suka dan latarnya kerajaan cuma Jewel In The Palace. Itu adalah drama
Korea yang pertama aku tonton. Mungkin karena ceritanya tentang masak-memasak
aku jadi suka.
Ini
adalah drama-drama Korea yang aku suka:
1.
Jewel In The Palace
Genre : agak Melodrama, perjuangan
Latar : Kerajaan
2.
Coffee Prince
Genre : Komedi – Romance
Latar : Kedai Kopi
3.
Boys Before Flower
Genre : Komedi – Romance
Latar : Sekolah
4.
You’re Beautiful
Genre : Komedi – Romance
Latar : Perusahaan Entertainment
5.
Heartstrings
Genre : Komedi – Romance agak Melodrama
Latar : Kampus
6.
Love Rain
Genre : Komedi – Romance agak Melodrama
Latar : Kampus dan Studio Foto
7.
To The Beautiful You
Genre : Komedi – Romance
Latar : Sekolah
8.
BIG
Genre : Romance, Fantasy
Latar : Sekolah, Rumah Sakit, Rumah
9.
Full House Take 2
Genre : Komedi – Romance
Latar : Perusahaan Entertainment, Rumah
10.
Flower Boys Next Door (running,
belum selesai, masih proses tayang di Korea)
Genre : Komedi – Romance
Latar : Apartemen
Mungkin
itu aja drama-drama favoritku. Selebihnya yang aku tonton ya biasa aja ^^
Selain
drama Korea, aku juga beberapa drama Taiwan, macam Twins, Snow Angle, Magician
of Love, Romantic Princess, dan Skip Beat..
Lain
kali aku posting review masing-masing drama itu ya.. (Kalo mood) ^^~
Seandainya Aku Jadi Buruh..
By : Fauziah Cahyani
Rabu, 3 oktober
2012 yang lalu ada demo buruh besar-besaran di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan
beberapa kota lainnya. Hari itu juga aku harus mengikuti kuliah pagi pukul
07:30. Tidak seperti hari rabu sebelumnya, aku harus berangkat lebih awal lagi
karena takut terjebak macet oleh para buruh yang melakukan demonstrasi. Tapi,
rupanya aku harus menelan pil (?) kekecewaan.. Ya, ternyata aku sama sekali
tidak terkena macet, malah ke kampus lebih cepat 30 menit. Pfftt~
Ish sumpah bahasa di atas kaku banget. Lidah jadi kram bacanya -____-
Back to the story..
Yah intinya sih dampak demo buruh yang berlangsung itu ga sesuai sama ekspektasi aku yang terlalu tinggi..
Pas pulang juga sama, aku pikir bakal kena macet, eh taunya malah lancar banget. Arah sebaliknya ternyata yang macet..
Jurnalistic >< Public Relation
By : Fauziah Cahyani
Alhamdulillah semester ini udah bisa ngambil mata kuliah "konsentrasi" yang seharusnya baru bisa diambil pas semester 5, soalnya SKS-nya lebih :D
Aku 98% yakin masuk Jurnalistik. Dibanding masuk Humas (Public Relation), aku lebih 'aman' ada di Jurnalistik. Aku yakin semua teman-temanku tau kalau aku ga pinter ngomong. Ga persuasif. Masih gugup ngomong di depan orang banyak..
Lagi pula, aku melihat jangka pendek dari kuliah itu sebenarnya apa. Sebelum kerja. Yup! Skripsi..
Seorang dosen pernah bercerita..
"Sebenarnya kalian mau masuk Jurnalistik atau PR itu buat penentuan ke skripsi nanti. Biar lebih tertata. Jadi, yang jurnalistik ya skripsinya tentang jurnalistik. Humas ya tentang humas."
Tag :
My Choise,








