Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Where are you?
By : Fauziah Cahyani
Hai.. (kepada entah)
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Jadi, apa kesimpulan dari keluhan kali ini? Tidak ada. Haruskah ada? Aku hanya perlu tempat..
Time Flies
By : Fauziah Cahyani
Hari
ini gue sempetin pulang ke kontrakan di Cibitung – Bekasi. Sebenernya sih hari
ini masih KKN, tapi berhubung program-program udah kelar dan gak ada larangan
buat pulang ke rumah (dalam kasus gue, kontrakan), akhirnya gue memutuskan buat
pulang sekadar naruh baju kotor biar pas hari pemulangan (?) KKN gue gak banyak
bawa barang.
Singkat
cerita, gue sampe di kontrakan beberapa menit sebelum adzan maghrib
berkumandang. Dan gue menemukan ini..
Ya,
itu adalah souvenir buat pernikahan kakak gue. Mendadak gue sedih ngeliat itu. Selama
KKN, gue (kayaknya) gak inget soal hari pernikahan kakak gue yang kurang dari
sebulan lagi. Gue gak bisa bantu apa-apa. Mungkin kakak gue nyiapin itu semua
sendiri, mungkin juga berdua sama calon suaminya. Ah gue sedih…
Selain
sedih karena kurang ngasih perhatian soal pernikahan kakak gue, gue juga sedih
karena dia bakal nikah dan berkeluarga. Bukan. Bukan karena gue gak suka dia
bakal nikah. Gue malah bahagia banget. Tapi gimana ya? Sedih aja gitu. Bingung jelasinnya…
Hampir
21 tahun gue kenal dia. Beda usia gue sama dia tiga tahun. Jadi selama sekolah,
kita gak pernah ketemu di satu sekolahan yang sama. Jaman SD, gue masuk SD
Negri sedangkan kakak gue masuk MI (Madrasah Ibtidaiyah). Pas SMP, gue masuk
SMP negri sedangkan kakak gue masuk MTs (Madrasah Tsanawiyah). Trus pas SMA,
kita sekolah di sekolah yang sama yaitu
SMKN 1 Balongan - Indramayu, tapi pas gue masuk SMK, kakak guenya lulus. Gak
pernah ketemu di satu sekolah deh jadinya.
Kuliah juga gitu. Dia dapet beasiswa di Politeknik Negri Bandung (Polban), gue di Unisma Bekasi. Tahunn 2010 dia udah diwisuda :D
| Di acara wisuda |
Dulu,
waktu Mama masih ngejahit baju, setiap lebaran pasti gue sama kakak gue
dibikinin baju lebaran yang kembaran. Bukan cuma baju, tapi sepatu dan tas
sekolah juga kadang belinya kembaran.
Gue
inget banget waktu kecil kalo gue berantem sama dia itu beneran. Mukulnya beneran
dan dua-duanya nangis. Mama paling males misahin kita kalo lagi berantem,
karena emang susah banget. Seinget gue sih gini, katanya biarin aja nanti juga
capek sendiri. Hahaha..
Waktu
gue ulang tahun yang ke-17, dia ngasih gue buku. Gue lupa judulnya apa tapi gue
inget penerbitnya itu Eureka. Yang jelas isinya tentang ke-tidak-baik-an
seseorang yang terlalu memuja sesuatu. Umur segitu gue lagi ngefans banget sama
Harry Potter dan Korea-Koreaan.
Ahh
waktu cepet banget berlalu yaa.. Gak berasa sebentar lagi dia nikah dan jadi
istri orang.. Apapun itu, gue selalu mendoakan yang terbaik buat dia. Berharap dia selalu bahagia.
![]() |
| Sis |
![]() |
| with My sis |
![]() |
| Newest |
Sekarang postur tubuh gue lebih gede daripada dia -__-



