Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Banyak Pikiran
By : Fauziah Cahyani
Akhir-akhir ini gue banyak pikiran. Mikirin gimana masa depan gue, mikirin apa yang lagi gue lakuin sekarang, kenapa gue ngelakuin ini, kenapa gue gak ngelakuin itu, kenapa dulu kayaknya gak seberat sekarang. Banyak pokoknya.
Dulu, gue ngerasa kayak lebih bebas aja dibanding sekarang. Berhubung weekend, gue lebih banyak ngabisin waktu buat buka media sosial. Lebih sering ke Instagram pribadi sih. Gue scroll, dan gue sadar kalo dulu gue suka banget motoin apa aja dan nge-post apa aja. Segala fan buat alas laptop aja gue posting.
Tapi sekarang, gue gak sebebas itu. Entah. Kalo mau alasan karena gak ada waktu kayaknya bohong banget. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nge-post foto di Instagram? Tapi pas gue liat gallery di ponsel, ternyata emang gak ada jepretan foto baru. Engga tau tuh ponsel gue isinya apaan.
Berarti gak punya waktu buah moto sesuatu? Engga juga sih kayaknya.
Gak ada yang salah sama keadaan. Ga ada yang salah sama orang-orang di sekeliling gue. Kalopun gue berubah, ya itu karena gue sendiri. Kenapa gue ngijinin diri gue buat berubah.
Lho kok jadi gak nyambung....
Ya maklum aja, kan gue bilang lagi banyak pikiran. Gue cuma lagi berusaha ngembaliin kebiasaan gue yang suka curhat di blog. Kayaknya gara-gara udah lama gak nge-blog, pikiran gue ruwet banget. Mau curhat aja sampe gak runut gini. Overlap.
Tapi setelah gue pikir-pikir kayaknya ini karena bentar lagi gue mau dapet deh. Perasaannya gak tenang haha. Case closed!
Eh tunggu! Tapi gue serius kalo mau sering-sering curhat di blog (lagi). Kemaren pas buka-buka folder di laptop gue nemuin foto ini soalnya.
Dulu, gue ngerasa kayak lebih bebas aja dibanding sekarang. Berhubung weekend, gue lebih banyak ngabisin waktu buat buka media sosial. Lebih sering ke Instagram pribadi sih. Gue scroll, dan gue sadar kalo dulu gue suka banget motoin apa aja dan nge-post apa aja. Segala fan buat alas laptop aja gue posting.
Tapi sekarang, gue gak sebebas itu. Entah. Kalo mau alasan karena gak ada waktu kayaknya bohong banget. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nge-post foto di Instagram? Tapi pas gue liat gallery di ponsel, ternyata emang gak ada jepretan foto baru. Engga tau tuh ponsel gue isinya apaan.
Berarti gak punya waktu buah moto sesuatu? Engga juga sih kayaknya.
Gak ada yang salah sama keadaan. Ga ada yang salah sama orang-orang di sekeliling gue. Kalopun gue berubah, ya itu karena gue sendiri. Kenapa gue ngijinin diri gue buat berubah.
Lho kok jadi gak nyambung....
Ya maklum aja, kan gue bilang lagi banyak pikiran. Gue cuma lagi berusaha ngembaliin kebiasaan gue yang suka curhat di blog. Kayaknya gara-gara udah lama gak nge-blog, pikiran gue ruwet banget. Mau curhat aja sampe gak runut gini. Overlap.
Tapi setelah gue pikir-pikir kayaknya ini karena bentar lagi gue mau dapet deh. Perasaannya gak tenang haha. Case closed!
Eh tunggu! Tapi gue serius kalo mau sering-sering curhat di blog (lagi). Kemaren pas buka-buka folder di laptop gue nemuin foto ini soalnya.
Where are you?
By : Fauziah Cahyani
Hai.. (kepada entah)
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.
Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.
Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."
Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.
Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!
Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..
Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."
This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.
Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..
Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..
Jadi, apa kesimpulan dari keluhan kali ini? Tidak ada. Haruskah ada? Aku hanya perlu tempat..
Sorry, Nov! Hi, Dec! How's Interenship?
By : Fauziah Cahyani![]() |
| Tamago-Ji LOL |
Demi G-Dragon
yang rambutnya mirip sushi egg! Selama November, gue ga update blog sama
sekali. Ya Tuhan…. Gue kotor (?)
Yes, gue benci. Gue
udah ngelanggar komitmen gue sendiri, yang katanya harus update blog minimal
dua postingan per bulan. Terserah deh mau postingan curhat, ngeluh, hasil
liputan atau apa yang penting ada postingan -__- Sebenernya bukan karena
masalah gak punya waktu. Malah gue punya banyak waktu luang. Cuma si MALES ini
loh betah amat nempel di gue /nyari kambing belang/ /kambing hitam udah
mainstream soalnya/ tuh kan gue jadi garing banget..
Sebenernya,
malesnya itu gak penting banget. Yaitu males log out gmail dan harus log in
blogspot. Gue paling males kalo log in - log out - log in - log out akun. Malesin
banget mesti ngetik email/user name sama password-nya. Males deh pokoknya..
..
..
..
Sebenernya banyak
yang mau gue certain. Saking banyaknya dan ditumpuk di pikiran terus jadi
bingung mau mulai dari mana. Jadi male mini gue mutusin buat update. Sebelum gue
amnesia..
..
..
..
Ada hening yang
panjang..
..
..
..
Di postingan
kali ini gue mau cerita sekelumit rutinitas yang baru-baru ini gue jalanin. Sebenernya
gak baru-baru amat sih. Dua bulan. Yap! Tepat dua bulan di tanggal 3 November
ini. Yaitu M.A.G.A.N.G!
Per tanggal 3
September2013 gue resmi jadi anak magang di salah satu situs portal berita
online di Indonesia. Perlu gue sebut gak? Enggak usah? Yaudah!
Gue magang di
sana sama temen gue, Anggi namanya. Tapi kita gak selalu bareng-bareng soalnya
dapet mentor dan rubrik yang beda. Dia di rubrik Humairah dan gue di rubrik Suka-suka.
Iya, gue fleksibel banget, mau nulis apa aja juga boleh. Mulai dari kuliner,
tips, teknologi, sains, kesehatan, sampe berita perang juga gue pernah tulis.
Eh tapi jangan mikir itu semua hasil liputan lapangan langsung ya -__- karena
kerjaan gue sebenernya lebih banyak nerjemahin berita-berita bahasa Inggris.
Kalo liputan
lapangannya sih gue jarang. Masih keitung pake jari. Alasannya? Karena gue
masih suka bingung mau liputan kemana -__- /payah/
Selama dua bulan
magang ini banyak banget suka dukanya. Serius.
Sukanya, kalo
liputan ke acara-acara gitu gue jadi tau tempat-tempat baru , rute angkutan
baru, orang-orang baru, dan seneng kalo dapet goodie bag << maklum wartawan baru, baru magang -__-
Dan makan gratis
hahaha apalagi kalo acaranya itu di hotel. Hmm waktu pernah liputan kuliner di
Monas, dan dikasih sampel makanan sama salah satu stand. Tapi menurut gue itu
bukan sampel, soalnya satu porsi gitu :p
Nah kalo dukanya,
duit gue ludes TT__TT karena gue ada kendaraan pribadi, jadi mau gak mau ya
harus naik angkutan umum. Mulai dari kereta, bus, metromini, angkot, dan ojek.
Selain masalah
dana, dukanya adalah berita/artikel terjemahan ang udah gue bikin ga dimuat. Sedih
tau. Udah cape-cape ke lapangan tapi beritanya ga dimuat. Gue sih ngerti
mungkin mentor gue sibuk. Dan hell-o gue masih magang, jangan ngarep banget
keleeuuuss xD Lagi pula dari awal, mentor gue udah bilang kok kalo gak semua
berita yang gue terjemahin itu dimuat :D Dan kalo artikel gue gak dimuat, gue
bakal posting di dejourna.blogspot.com hihi biar ga mubadzir dan sia-sia usaha
gue.
Gue juga pernah
nangis karena saking tertekannya. Woelah..
Haha jadi waktu
itu gue gagal liputan. Gue udah ke TKP tapi ga dapet berita. Alhasil gue ditegur.
Kondisinya waktu itu gue sampe kosan jam 9-an malem dan mentor gue bilang kalo
hari ini gak mau hangus, gue harus nerjemahin tiga artikel. Bayangin gue cuma
punya waktu tiga jam dan harus nerjemahin tiga artikel. Kalo kalian pikir
nerjemahin itu gampang dan tiga jam itu cukup, kalian salah. Biasanya gue
nerjemahin satu artikel (2-3 halaman) itu sampe 2 jam. Tapi lain kasus kalo gue
gape Inggris, mungkin 15 menit juga kelar xD
Nah gara-gara
itu tuh gue nangis. Tapi mungkin efek PMS juga sih. Kebetulan waktu itu hari
pertama gue ‘dapet’ jadi mungkin terlalu terbawa perasaan. Sekarang kalo
nginget-nginget kejadian malem itu, gue geli sendiri. “Hih! Lebay banget lo,
Zi!” pikir gue.
Dan kalian tau
gue bisa nerjemahin berapa artikel? 5! Beberapa menit sebelum jam 12 malam gue
kirim tuh email-nya ahaha. Dan besoknya gue harus ke kantor. Mentor gue pengen
ngomong langsung sama gue katanya. Alhamdulillah sih gue gak dimarahin pas
sampe ketemu beliau di kantor. Gue malah dinasehatin, disemangatin hehe.
Dan baru-baru ini
tuh ada kejadian lucu pas gue liputan. Tepatnya hari Kamis kemaren. Gue kan
liputan di Museum Nasional, ada jumpa pers gitu /asik kan/
Pas acara udah
kelar, gue dikasih press-realese sama
pihak yang bikin itu acara. Rilisnya itu ditaruh di map. Karena mereka
ngasihnya pas acara udah kelar, jadi gak gue buka itu map. Ya gue pikir buat
apa? toh acara juga udah kelar. Paling nanti gue baca di kosan buat bahan nulis
berita.
Nah! Pas sampe
stasiun, gue bosen nunggu kereta gak dateng-dateng, jadi gue buka tuh mapnya. Iseng-iseng
mau baca rilisnya. And you know what?! Gue nemuin amplop di balik lembaran
rilis itu. Hahaha asli gue deg-degan waktu itu. Kereta keburu dateng sebelum
gue sempet buka amplopnya. Tengsin juga sih, banyak orang soalnya.
Untungnya pas di
dalem kereta, sepi. Jadi gue buka deh itu amplop dengan sedikit gemetar di
tangan gue. Lebay ya? Ah kalian gak ngerasain sih haha..
Dan isinya itu
empat lembar 50.000an. Bagi gue itu lumayan xD
Berhubung gue
punya penanggung jawab alias mentor gue, ya gue bilang aja sama beliau kalo gue
dapet amplop lewat LINE. Dan balasannya mengejutkan! Gue suruh balikin itu
amplop. Huft belum rejeki gue /ehhh/
Besokannya, gue
kantor buat ngasih itu amplop dan biar mereka yang balikin hehe..
..
..
..
Ya begitu deh
kerjaan gue selama magang. Berjam-jam di depan laptop buat nerjemahin artikel,
atau seharian di luar buat selembar berita.
Masih ada satu
bulan tersisa. Gue akuin semakin kesini gue semakin males. Tapi buat satu bulan
terakhir ini, gue mau males-malesan lagi. Aamiin..
Harusnya gue
sambil nyusun laporan magang nih. Tapi gak tau harus mulai dari mana. Mungkin mulai
dari buka buku panduan. Iya, buku panduannya gak pernah gue baca -__-
Anyway,
temen-temen gue yang lain udah pada kelar loh magangnya dan udah mulai nyusun
laporan. Enaknyaaa.. mereka magangnya ada yang satu bulan, dua bulan. Huhu
semangat deh buat Gue, Anggi, sama Jessi yang magangnya masih satu bulan lagi! *\^_^/*
Kalo mau baca
artikel terjemahan/berita gue bisa dilihat disini:
..
..
..
Ngomong-ngomong, gue digaji
gak ya?

