Popular Post

Banyak Pikiran

By : Fauziah Cahyani
Akhir-akhir ini gue banyak pikiran. Mikirin gimana masa depan gue, mikirin apa yang lagi gue lakuin sekarang, kenapa gue ngelakuin ini, kenapa gue gak ngelakuin itu, kenapa dulu kayaknya gak seberat sekarang. Banyak pokoknya.

Dulu, gue ngerasa kayak lebih bebas aja dibanding sekarang. Berhubung weekend, gue lebih banyak ngabisin waktu buat buka media sosial. Lebih sering ke Instagram pribadi sih. Gue scroll, dan gue sadar kalo dulu gue suka banget motoin apa aja dan nge-post apa aja. Segala fan buat alas laptop aja gue posting.

Tapi sekarang, gue gak sebebas itu. Entah. Kalo mau alasan karena gak ada waktu kayaknya bohong banget. Emang butuh waktu berapa lama sih buat nge-post foto di Instagram? Tapi pas gue liat gallery di ponsel, ternyata emang gak ada jepretan foto baru. Engga tau tuh ponsel gue isinya apaan.

Berarti gak punya waktu buah moto sesuatu? Engga juga sih kayaknya.

Gak ada yang salah sama keadaan. Ga ada yang salah sama orang-orang di sekeliling gue. Kalopun gue berubah, ya itu karena gue sendiri. Kenapa gue ngijinin diri gue buat berubah.

Lho kok jadi gak nyambung....

Ya maklum aja, kan gue bilang lagi banyak pikiran. Gue cuma lagi berusaha ngembaliin kebiasaan gue yang suka curhat di blog. Kayaknya gara-gara udah lama gak nge-blog, pikiran gue ruwet banget. Mau curhat aja sampe gak runut gini. Overlap.

Tapi setelah gue pikir-pikir kayaknya ini karena bentar lagi gue mau dapet deh. Perasaannya gak tenang haha. Case closed!










Eh tunggu! Tapi gue serius kalo mau sering-sering curhat di blog (lagi). Kemaren pas buka-buka folder di laptop gue nemuin foto ini soalnya.


Bantu Cari Pekerjaan, Pemerintah Kota Seoul Beri Tunjangan Dana untuk Pengangguran Muda

By : Fauziah Cahyani




Pemerintah Metropolitan Seoul pada Kamis (05/11) mengumumkan rencana untuk memberikan tunjangan bulanan kepada pemuda pengangguran sebagai bagian dari upaya menjembatani mereka mendapat pekerjaan.

Menurut laporan KoreaHerald, pemerintah mengatakan bahwa akan menawarkan 500.000 won (sekitar ) per bulan mulai tahun depan untuk para pemuda yang masih menganggur di usia 19 sampai 29 yang berada di golongan berpenghasilan rendah.

Seoul setidaknya akan memberikan subsidi ini kepada 3.000 orang dalam masa percobaan selama enam bulan dan akan diperluas hingga 15.000 orang selama lima tahun ke depan. Dana sebanyak 9 miliar won (sekitar ) pun akan disuntikkan pada tahun pertama.

“Hal ini bertujuan untuk menyediakan batu loncatan dengan dukungan keuangan minimum untuk pemuda pengangguran yang telah gagal memasuki pasar tenaga kerja atau dalam mendapat kesempatan kerja karena kepercayaan diri yang rendah,” kata pejabat Kota Seoul Jun Hyo-kwan.

Sekitar 35% dari mereka berusia 20-an atau sebanyak 500.000 orang, merupakan pekerja paruh waktu, mereka yang menunda lulus kuliah untuk mencari pekerjaan, dan mereka yang tidak sedang sekolah, bekerja atau pelatihan.

Dalam memilih 3.000 orang pertama itu, pemerintah mengatakan akan memilih berdasarkan hasil tinjauan aplikasiyang menanyakan tentang rencana karir masa depan mereka. Namun belum ditentukan sejauh mana pihak pemerintah akan mengevaluasi dan menyaring pelamar dan proses perencanaan pun masih berlangsung.
(fzh)

Where are you?

By : Fauziah Cahyani
Hai.. (kepada entah)

Sudah lama rasanya tidak bercerita di sini. Rindu, iya.
Aku sibuk dengan dunia baruku, yang menurut sebagian orang mungkin menggelikan dan berekspresi "Are you serious? You're wasting your time!" Tak perlu aku jelaskan, mungkin kalian (siapa?) juga sudah tau.

Aku jenuh. Penat.
Aku sudah sampai pada titik di mana kerap kali aku bergumam dan bimbang "Haruskah aku berhenti dan melakukan apa yang aku suka?"
Aku tidak suka situasi ini. Di mana aku harus segera menyelesaikan studiku. Bukan aku ingin berlama-lama, tapi aku hanya tidak suka melakukannya.

Kalau tidak selesai semester ini, ya harus mengulang semester depan. Saat aku memikirkan hal itu, entah siapa yang berbisik seperti ini, "Kamu gak malu harus ngulang dan gak lulus di waktu yang sudah ditetapkan? Kamu kan Fullbright."

Dan tidak, jawabannya tidak. Malu kenapa? Memangnya itu dosa? Sejujurnya aku tidak peduli dengan label fullbright itu.

Yang menjadi masalah sebenarnya, jika Aku harus mengulang, mau bayar pakai apa? Dan apa kata keluarga besar? This family pride is really sickening!

Aku sedang memulai bagaimana menjadikan hal yang Aku suka dapat menghasilkan uang. Aku sedang memulai bisnis bersama kawan. Jika berhasil, jelas Aku sudah bisa menjawab pertanyan pertama. Lalu bagaimana dengan pertanyaan kedua? Haven't found the answer..

Namun kadang alter egoku berkata, "Tak bisa kah kamu bertahan? Sedikit lagi! Bersemangatlah.."

This's frustrating. More frustrating because no one can comfort me or at least have a willing to comfort me. All they (my real life friends and family) can do is questioning me HOW, HOW, HOW, AND WHEN.

Itu sebabnya Aku lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Walaupun tidak ada kontak fisik atau bahkan bertatap muka langsung, their (my friends and family from virtual world) support is real. I love them more than mine in real life. Sorry not sorry.. it sounds pathetic but true..

Excuse my Indo-English (with broken grammar) because I used to do this to talk to my friends around the world everyday..

Jadi, apa kesimpulan dari keluhan kali ini? Tidak ada. Haruskah ada? Aku hanya perlu tempat..

- Copyright © My Precious Life - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -